Login Member
Username:
Password :
Agenda
11 July 2014
M
S
S
R
K
J
S
29
30
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
13
14
15
16
17
18
19
20
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
1
2
3
4
5
6
7
8
9

BAB I. PENDAHULUAN

  1. A.      Arah Kebijakan MAN 2 Wates

 Madrasah Aliyah Negeri 2 Wates merupakan Madrasah didirikan berawal dari PGANU  yang pada tanggal 30 September 1967 resmi menjadi PGAN 4 tahun Wates. Pada tanggal 1 Oktober 1969, PGAN 4 tahun Wates ditingkatkan menjadi PGAN 6 tahun Wates. Dan berdasarkan SK Menteri Agama No. 19 Tahun 1979 berubah menjadi PGAN Wates. Tahun 1990 berdasarkan SK Menag No 64 tahun 1990 tanggal 25 April 1990, PGAN Wates alih fungsi menjadi MAN WATES II.  Dan dengan SK No. 42 TH 1992 tanggal 27 Januari 1992, namanya berubah menjadi MAN 2 WATES.

      Pada tahun 1998 MAN 2 Wates mendapat program keterampilan dari Departemen Agama RI, yaitu keterampilan Tata Busana, Elektronika, dan Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian. Departemen Agama juga memberikan gedung, peralatan, sarana-prasarana, biaya operasional, kurikulum, dan instruktur. Instruktur berasal dari lulusan perguruan tinggi yang sesuai dengan bidang yang diampunya. Pada Tahun 2006 MAN 2 Wates berhasil menambah satu program ketrampilan yaitu program Teknologi Informasi dan Komputer. Program ketrampilan TIK ternyata mendapat respon yang baik dari siswa sehingga sekarang program ketrampilan TIK merupakan program unggulan Madrasah.

     Dalam kurun lima tahun terakhir, MAN 2 Wates telah menunjukkan keberadaannya sebagai madrasah program ketrampilan, dengan semakin banyaknya prestasi baik bidang akedemik maupun non akademik. Lulusan MAN 2 Wates semakin banyak yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri baik di UGM, UNY maupun UIN Sunan Kalijaga.

     Kami menyadari bahwa tantangan dan tanggungjawab dalam dunia pendidikan kedepan tidak mudah sehingga MAN 2 Wates harus senantiasa berusaha guna mempersiapkan diri menjadi lebih baik, lebih berkualitas, dan mempunyai keunggulan kompetitif dalam bidangnya.

     Salah satu langkah nyata sebagai tanggungjawab kami dalam menjawab tantangan dalam dunia pendidikan yang senantiasa berkembang dan untuk mewujudkan visi dan misi yang diemban, MAN 2 Wates telah membuat dokumentasi program jangka panjang untuk kurun waktu 4 tahun ke depan dalam bentuk Rencana Strategis (Renstra) tahun 2009-2013. Proses penyusunan Rencana Strategis MAN 2 Wates ini pada prinsipnya diawali dengan melakukan evaluasi diri dengan menggunakan analisis SWOT (Strengths, weakness, opportunities, and threats) untuk mengenali kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman yang kemudian digunakan sebagai dasar dalam perumusan isu-isu strategis. Dalam melakukan analisis SWOT, kami mengacu pada standar nasional pendidikan (SNP) yaitu standar isi, standar proses, standar kompetensi lulusan, standar pendidik dan tenaga kependidikan, standar sarana dan prasarana, standar pengelolaan, standar pembiayaan, dan standar penilaian pendidikan.

     Dokumen renstra ini menjadi acuan dan pedoman bagi seluruh civitas akademika Madrasah Aliyah Negeri 2 Wates dalam menyusun program kerja dan strategi pengembangan pada masing-masing unit kerja baik yang bersifat administrative, akademik maupun non akademik.

  

  1. B.     Landasan Hukum dan Filosofis                                                                                        

        Landasan Hukum

     Landasan Hukum Penyusunan Rencana Strategis Madrasah Aliyah Negeri 2 Wates ini adalah :

  1. Undang-undang nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pasal 4 (pengetahuan dan pendidikan berdasar pada prinsip keadilan, efisiensi, transparansi, dan akuntabilitas publik).
  2. Undang-undang nomor 25 tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional.
  3. Undang-undang nomor 14 tahun 2006 tentang Guru dan Dosen.
  4. Peraturan Pemerintah nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan pasal 53 (setiap satuan pendidikan dikelola atas dasar rencana kerja tahunan yang merupakan penjabaran rinci dari rencana kerja jangka panjang menengah satuan pendidikan yang meliputi masa 4 tahun).
  5. Permendiknas nomor 19 tahun 2007 tentang Standar Pengelolaan Pendidikan. Madrasah membuat Rencana Kerja Jangka Menengah (RKJM) tahun, Rencana Kerja Tahunan (RKT), dinyatakan dalam Rencana Kegiatan dan Anggaran Madrasah (RKAS/M) dilaksanakan berdasarkan RKJM, RKJM/T disetujui rapat dewan pendidik setelah memperhatikan pertimbangan dari Komite Madrasah dan disahkan berlakunya oleh Dinas Pendidikan Kabupaten/Kota.
  6. SK Menteri Agama nomor 370 tahun 1993 tantang Madrasah Aliyah.
  7. SK Menteri Agama nomor 373 tahun 1993 tentang Kurikulum Madrasah Aliyah.

 

  1. C.    Landasan Filosofis

      Madrasah Aliyah Negeri 2 Wates sebagai lembaga pendidikan umum setingkat sekolah menengah atas yang memiliki keunggulan dalam bidang pendidikan dan pemahaman agama Islam. Penyelenggaraan pendidikan di Madrasah Aliyah Negeri 2  Wates adalah untuk mengisi kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan mengemban amanah sebagai sekolah umum yang berciri khas Islam, sebagai Madrasah yang mengembangkan kemampuan akademik, non akademik, dan akhlakul karimah.

Dalam menjalankan fungsinya, Madrasah Aliyah Negeri 2 Wates berdasarkan Pancasila sebagai falsafah dan ideologi Negara serta berpedoman pada Al-Qur’an dan Hadits.

 

  1. D.    TUJUAN

Rencana Strategis Madrasah (Renstra Madrasah) MAN 2 Wates disusun dengan tujuan sebagai berikut :

  1. Mendukung koordinasi seluruh civitas akademika MAN 2 Wates.
  2. Meningkatkan kualitas proses pendidikan di MAN 2 Wates
  3. Menjamin agar tujuan MAN 2 Wates yang telah ditetapkan dapat dicapai dengan tingkat kepastian yang tinggi dan resiko yang terkecil disesuaikan dengan dinamika yang berkembang.
  4. Meningkatkan efektifitas dan efisiensi sumber daya yang dimiliki.
  5. Meningkatkan partisipasi warga madrasah dan masyarakat dalam mewujudkan keputusan madrasah.
  6. Memperbaiki fungsi pengorganisasian dan kontrol pelaksanaan program-program madrasah.
  7. Memperbaiki daya tanggap madrasah terhadap perubahan aspirasi dan kebutuhan masyarakat/konsumen output madrasah.
  8. Menjamin keterkaitan antara perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan pelaporan.
  9. Mengoptmalkan partisipasi stakeholder.

 

  1. E.     Manfaat

Manfaat penyusunan Renstra MAN 2 Wates adalah sebagai :

  1. Pedoman kerja dalam pengembangan MAN 2 Wates.
  2. Pedoman untuk mengidentifikasi dan mengembangkan sumber daya pendidikan yang diperlukan.
  3. Pedoman untuk melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan pengembangan MAN 2 Wates.

 

  1. F.     Karakteristik

Renstra MAN 2 Wates disusun dengan mengakomodasi beberapa faktor dan pertimbangan, diantaranya adalah :

  1. Integratif, yaitu disusun dengan menyinergikan seluruh civitas akademika MAN 2 Wates.
  2. Partisipatif, yaitu mengakomodasi ide, gagasan, dan usulan dari seluruh civitas akademika MAN 2 Wates.
  3. Monitoring dan evaluasi yaitu mengawasi dan mengevaluasi seluruh program kerja yang telah direncanakan dalam Renstra MAN 2 Wates dalam pelaksanaannya di lapangan.
  4. Dinamika, yaitu melakukan pembaharuan program kerja sesuai dinamika yang berkembang.

 

  1. G.    Tahap Penyusunan

Proses penyusunan Renstra MAN 2 Wates dilakukan melalui tiga tahap yaitu persiapan, penyusunan Renstra, dan pengesahan renstra. Alur proses penyusunan Renstra dapat di tunjukkan sebagai berikut :

  1. Tahap Persiapan

Kepala, staf, dan komite madrasah merencanakan kegiatan workshop penyusunan renstra MAN 2 Wates periode 2009-2013 secara bersama. Dalam koordinasi tersebut diputuskan, bahwa kegiatan tersebut dilakukan dengan mengunang komponen MAN 2 Wates dan stakeholder, terdiri dari staf, guru, karyawan, Tata Usaha, Komite Madrasah, Wali murid, OSIS. Dalam pertemuan ini juga dibentuk panitia pelaksana workshop.

 

  1. Tahap Penyusunan

a). Workshop dilaksanakan dengan mengundang perwakilan, komponen MAN 2 Wates, dan stakeholder, terdiri dari unsur pimpinan dan staf, guru, karyawan, Tata Usaha, Komite, Wali murid, OSIS. Kegiatan tersebut menghasilkan output berupa isu – isu strategis yang disesuaikan dengan visi dan misi yang telah ada.

b). Perumusan. Pada tahap ini dilakukan kegiatan perumusan renstra, dengan menggunakan analisis SWOT, isu-isu strategis, dan strategi pengembangan. Kegiatan ini dilakukan oleh sebuah tim perumus. Hasil perumusan ini yang terdiri dari Bab I : Pendahuluan, Dasar Hukum, Tujuan, Manfaat, Karakteristik Renstra, Tahap Penyusunan, Isi renstra. Bab II : Nilai Keunggulan, Visi Madrasah, Misi Madrasah, Tujuan Madrasah. Bab III : Analisis SWOT, Faktor Internal (Kekuatan, dan kelemahan), faktor eksternal (Peluang dan Ancaman). Bab IV : Isu-isu strategis, Bab V : Strategi Pengembangan.

 

  1. Tahap Pengesahan Renstra

     Setelah dikaji oleh Kepala Madrasah, semua waka madrasah, semua guru, karyawan/TU, perwakilan OSIS, serta komite madrasah, maka renstra MAN 2 Wates disahkan oleh Kepala Madrasah, Ketua komite dan Kepala Depag Kabupaten Kulon Progo.


BAB II. PROFIL MADRASAH

 

  1. A.      Mandat MAN 2 Wates

Sebagai sebuah lembaga pendidikan Islam di bawah naungan Departemen Agama, MAN 2 Wates mendapat mandat :

  1. Mengemban amanah sebagai sekolah umum berciri khas islam.
  2. Mengemban amanah sebagai MAN Ketrampilan.
  3. Mengemban amanah sebagai madrasah yang mengembangkan kemampuan akademik, non akademik, dan akhlak karimah.

 

  1. B.       Nilai Keunggulan

Dalam melaksanakan kegiatannya, MAN 2 wates wajib menjunjung tinggi dan mengamalkan nilai-nilai sebagai berikut :

  1. Keimanan dan ketaqwaan
  2. Kebenaran
  3. Kecerdasan
  4. Kebersamaan
  5. Keindahan

 

  1. C.      Visi Madrasah

“Terwujudnya Insan Yang Terampil, Ahli Pikir dan Ahli Dzikir”

 

  1. D.      Misi Madrasah
  2. Menyelenggarakan proses KBM secara efektif
  3. Menyelenggarakan bimbingan dan pengembangan bakat dan minat siswa melalui kegiatan ekstrakurikuler dan program keterampilan.
  4. Menumbuhkan semangat berprestasi dalam bekerja dan belajar.
  5. Mendorong guru dan karyawan untuk bekerja secara efektif dan efisien dengan akhlaqul karimah.
  6. Menumbuhkembangkan penghayatan dan pengamalan syariat Islam.
  7. Menjadikan Madrasah dan lingkungannya yang Islami, aman, tertib, indah, bersih, dan nyaman.

 

  1. E.       Tujuan Madrasah         
  2. Proses pendidikan yang menghasilkan lulusan berkualitas akademik dan non akademik serta berakhlak mulia.
  3. Budaya madrasah mendidik dalam satu visi.
  4. SDM madrasah yang memiliki kepribadian dan kompetensi yang utuh.
  5. Tatakelola madrasah yang berbasis sistem penjaminan mutu.
  6. Lingkungan madrasah yang sehat, kondusif dan harmonis.
  7. Pemenuhan Standar Nasional Pendidikan.
  8. Stakeholder yang mempunyai rasa memiliki terhadap madrasah.
  9. Madrasah menerapkan manajemen yang modern.

 

BAB III. EVALUASI DIRI DAN ANALISIS SWOT

 

      Suatu lembaga dinilai mempunyai kinerja yang baik jika lembaga tersebut menghasilkan keluaran yang ditargetkan berupa barang dan jasa yang bermutu sesuai dengan keinginan penggunanya. Hal ini bisa dilihat dari prosesnya yang memenuhi segi efektivitas, efisiensi, dan dapat dipertanggungjawabkan. Untuk mencapai ini semua banyak faktor yang berpengaruh yang perlu diperhatikan. Faktor-faktor tersebut meliputi faktor internal yaitu faktor yang ada di dalam madrasah itu sendiri dan faktor eksternal yaitu berasal di luar madrasah. Dengan menganalisis dan mengevaluasi berbagai faktor internal dan eksternal yang dapat mempengaruhi kinerja madrasah, diharapkan madrasah mengetahui kemampuan saat ini, dan menentukan strategi untuk meningkatkan kinerja madrasah di masa yang akan datang.

      Faktor internal yang ada pada Madrasah berkaitan dengan kekuatan (strength) dan kelemahan (weakness). Sedangkan hal yang berkaitan dengan faktor eksternal adalah berkaitan dengan peluang (opportunities) dan ancaman (threats) yang mempengaruhi kinerja madrasah tersebut. Dengan menganalisis faktor internal dan eksternal tersebut, maka MAN 2 Wates perlu menentukan strategi agar mampu mengembangkan dan meningkatkan kualitasnya secara optimal.

      Sesuai dengan Peraturan Pemerintah nomor 19 tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan maka yang menjadi acuan untuk melihat faktor internal di dasarkan pada delapan (8) standar nasional pendidikan yang sekaligus merupakan pedoman dalam melakukan evaluasi diri. Sedangkan kondisi eksternal didasarkan pada kondisi yang ada di luar lembaga berupa peluang dan tantangan, termasuk tuntutan pemangku kepentingan (stakeholder) yang terkait dengan pendidikan dasar dan menengah.

 

Kondisi Internal (Kekuatan dan Kelemahan)

Standar Isi

Kekuatan :

  • Adanya komitmen MAN 2 Wates untuk melaksanakan kurikulum berdasarkan standar BSNP.
  • Beban belajar siswa telah sesuai dengan standar BSNP.
  • Untuk meningkatkan mutu lulusan yang didasarkan atas UN, siswa diberi tambahan pengayaan belajar mulai kelas X sampai kelas XII.
  • Adanya muatan lokal berupa pengembangan teknologi informasi dan komunikasi, praktek ibadah, serta program ketrampilan.
  • Pengembangan diri diberikan dalam bentuk Bimbingan Konseling, Pramuka, Teater, KIR, Jurnalistik, Kaligrafi, Seni Musik, PMR, PKS.
  • Kalender Pendidikan MAN 2 Wates telah mengacu pada kalender pendidikan nasional.

 

Kelemahan :

  • Kerangka dasar kurikulum masih menggunakan standar minimal dari BSNP, jadi belum ada peningkatan atau pengembangan.
  • KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) masing-masing bidang studi belum semuanya sesuai dengan standar BSNP. Ada beberapa mapel yang masih di bawah 70.
  • Program responsi untuk materi agama dan jurusan belum mempunyai panduan.
  • Belum ditemukan sistem pembelajaran yang cocok untuk sistem full day school, yaitu untuk pembelajaran lebih dari jam 14.00 WIB.
  • Dalam penyusunan jadwal pelajaran masih belum mengikutsertakan rumpun bidang studi.
  • Jadwal pelajaran kadangkala masih dilakukan perubahan ketika proses pembelajaran sudah berjalan.

 

Standar Proses

Kekuatan :

  • Perangkat pembelajaran masing-masing bidang studi sudah lengkap.
  • Telah mengadakan workshop setiap awal tahun ajaran untuk pengembangan perangkat pembelajaran (Silabus, RPP, dan sistem penilaian).
  • Fasilitas pembelajaran sudah cukup memadai (buku, ruang kelas, dan perpustakaan).
  • Pemanfaatan sumber belajar telah bervariasi dan meningkat.
  • Guru telah mengalokasikan waktu sesuai dengan program semester.
  • Pemanfaatan teknologi informasi dalam melaporkan hasil belajar siswa mulai dilaksanakan.
  • Aturan pengawasan KBM sudah ada.
  • KBM sudah lebih menyenngkan.

 

Kelemahan :

  • Instrumen penilaian masih belum lengkap.
  • Media pembelajaran masih belum lengkap.
  • Belum semua siswa dapat mengembangkan diri sesuai dengan bakat dan minatnya.
  • Masih ada guru yang belum menggunakan strategi pembelajaran yang bervariasi.
  • Masih ada guru yang belum mampu mengoperasikan komputer.
  • Belum ada program akselerasi bidang studi.
  • Belum optimalnya pelaksanaan program pengembangan diri.
  • Madrasah belum punya standar proses belajar mengajar.
  • Belum optimalnya peran komite dalam pengembangan standar proses pembelajaran.
  • Pelaksanaan aturan pengawasan KBM belum optimal.
  • Sosialisasi tentang aturan pengawasan KBM kepada siswa belum optimal.
  • Pengisian jurnal KBM di kelas belum optimal.

 

Standar Kompetensi Lulusan

Kekuatan :

  • Soal Ujian Madrasah (UM) dibuat bersama-sama tim guru bidang studi MGMP se DIY.
  • Selalu ada upaya meningkatkan kualitas lulusan setiap tahun.
  • Upaya mewujudkan lulusan yang kompetitif di tingkat propinsi.
  • Lulusan MAN 2 Wates mulai banyak diterima di perguruan tinggi negeri yang ada di DIY, seperti UGM, UNY dan UIN Sunan Kalijaga.
  • Adanya program ketrampilan yang mampu membekali siswa agar mempunyai jiwa dan semangat berwirausaha (entepreneur).

 

Kelemahan :

  • Belum memiliki standar mutu lulusan yang kompetitif di tingkat Nasional.
  • Belum mempunyai program untuk mencetak lulusan yang ahli di bidangnya dan mampu bersaing di era global.
  • Lulusan yang mempunyai minat melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi masih rendah.
  • Belum semua lulusan memiliki akhlak mulia sesuai ajaran Islam.
  • Identifikasi profil alumni masih belum optimal.
  • Daya saing lulusan MAN 2 Wates masih kurang.

 

Standar Pendidik dan Tenaga Kependidikan

Kekuatan :

  • Rasio jumlah guru dan bidang studi sudah sesuai.
  • Kualifikasi tenaga pendidik sudah sesuai dengan tuntutan BSNP yaitu sudah semua lulusan S1.
  • Semua guru telah menentukan tujuan pembelajaran yang dibimbing.
  • Semua guru telah menghargai peserta didik tanpa membedakan suku, adat, daerah asal dan gender.
  • Guru dapat berkomunikasi dengan santun terhadap teman sejawat, orang tua, siswa dan seluruh warga Madrasah.
  • Beberapa guru sudah menyelesaikan pendidikan tingkat master (S2) baik Negeri maupun Swasta.
  • Kepala TU sudah berpendidikan S2.

 

Kelemahan :

  • Masih sedikit guru yang memiliki karya pengembangan profesi.
  • Masih sedikit guru yang berprestasi dibidang akademik maupun non akademik.
  • Belum ada program beasiswa guru yang melanjutkan jenjang S2 dari lembaga.
  • Belum semua tenaga pendidik melakukan identifikasi potensi peserta didik (kemampuan dan kesulitan dalam mata pelajaran yang dibimbing).
  • Belum semua guru memahami teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang terkait dengan mata pelajaran yang dibimbing.
  • Belum semua guru menerapkan berbagai pendekatan, strategi, metode dan teknik pembelajaran yang mendidik secara kreatif dalam mata pelajaran yang dibimbing.
  • Belum semua guru mampu memilih materi pembelajaran yang sesuai dengan pendekatan yang dipilih dan karakteristik peserta didik.
  • Belum semua guru mampu menyusun rancangan pembelajaran yang lengkap, baik kegiatan kelas, di laboratorium maupun di luar kelas.
  • Belum semua guru mampu mengembangkan instrumen penilaian evaluasi proses dan hasil belajar.
  • Belum semua guru mampu melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan.
  • Ada indikasi bahwa perilaku kepala Madrasah, guru dan karyawan belum dapat diteladani secara menyeluruh oleh peserta didik dan anggota masyarakat di sekitarnya.
  • Belum semua tenaga pendidik mengikutkan orang tua peserta didik dan masyarakat dalam program pembelajaran dan dalam mengatasi kesulitan belajar peserta didik.
  • Belum semua tenaga pendidik mampu mengembangkan materi pembelajaran yang dibimbing secara kreatif.
  • Ada indikasi bahwa kepala Madrasah, guru dan karyawan belum dapat melakukan refleksi terhadap kinerja diri secara jujur dan berkesinambungan.
  • Belum semua tenaga pendidik dapat melakukan penelitian tindakan kelas untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dalam mata pelajaran yang dibimbing.
  • Belum semua guru mempunyai sertifikat pendidik.
  • Belum ada indikator yang jelas untuk mengukur tingkat keberhasilan guru.
  • Ada indikasi bahwa dedikasi kepala madrasah, guru dan karyawan dalam melaksanakan tugas masih belum optimal.
  • Ada indikasi bahwa kepekaan kepala madrasah terhadap aspirasi guru, karyawan dan siswa belum optimal.
  • Kurangnya komiten kepala madrasah, guru, karyawan dalam mengaplikasikan hasil pelatihan atau workshop.
  • Belum adanya panduan program pada masing-masing rumpun bidang studi.
  • Penyusunan dan supervisi program madrasah belum optimal.

 

Standar Sarana dan Prasarana

Kekuatan :

  • Madrasah memberikan fasilitas hotspot area dan hampir semua guru telah mempunyai laptop sendiri.
  • Sarana kelas, perpustakaan, sanitasi dan komputer mampu mendukung pembelajaran.
  • Lokasi madrasah yang cukup strategis sehingga memudahkan akses ke Madrasah.
  • Pemeliharaan fasilitas bangunan secara rutin.
  • Masih memungkinkan pengembangan Madrasah mengingat mempunyai lahan yang luas.

 

Kelemahan :

  • Belum optimalnya perawatan dan pengamanan terhadap fasilitas Madrasah terutama alat-alat elektronik pembelajaran.
  • Ada indikasi belum adanya perencanaan yang matang terhadap pengadaan sarana dan prasarana madrasah.
  • Belum tertibnya administrasi fasilitas  yang dimiliki madrasah.
  • Belum optimalnya penempatan barang-barang inventaris madrasah.
  • Belum optimalnya fungsi komite dalam pengadaan dan pengembangan sarana madrasah.

 

Standar Pengelolaan

Kekuatan :

  • Madrasah telah mempunyai KTSP
  • Pemenuhan bahan ajar di samping menggunakan buku paket, LKS juga menggunakan sumber dari internet.
  • Menggunakan laboratorium, LCD, Internet dalam PBM.
  • Setiap tahun Mekolah mengadakan workshop dengan materi pengembangan pembelajaran.
  • Kalender akademik MAN 2 Wates telah menunjukkan seluruh aktivitas KBM beserta evaluasinya.
  • Madrasah telah mempunyai sarana UKS, Bimbingan Konseling  yang memadai.
  • Penempatan SDM sudah sesuai dengan kompetensi yang dimiliki.
  • Penyebaran informasi timbal balik dari dan ke Madrasah sudah bagus, melalui media surat, maupun elektronik (HP maupun Web Madrasah).
  • Pembagian tugas guru sudah cukup optimal.
  • Madrasah telah mempunyai tata tertib siswa, guru dan karyawan.
  • Rapat koordinasi guru, staf, dan karyawan sudah berjalan dengan baik.
  • Pengadaan, penggunaan dan persediaan bahan habis pakai sudah bagus.
  • Madrasah mendukung setiap adanya acara pelatihan guru baik di dalam maupun di luar madrasah.
  • Kebijakan telah mencerminkan masukan dari bawah (bottom up process).
  • Guru dan karyawan telah dilibatkan dalam penyusunan program madrasah.
  • Madrasah telah mempunyai tata tertib siswa, guru dan karyawan.

 

Kelemahan :

  • Pelaksanaan KTSP belum berjalan secara optimal.
  • Belum ditemukan model pembelajaran yang cocok untuk sistem fullday school atau pembelajaran di atas jam 14.00 WIB.
  • Pelaksanaan remidi belum tersusun dengan baik.
  • Strategi pembelajaran yang dilakukan guru belum semua mengacu pada pembelajaran PAIKEM.
  • Pengelolaan pada kesiswaan perlu dilakukan secara optimal.
  • Belum adanya sistem penerimaan guru dan karyawan melalui prosedur profesional kelembagaan.
  • Masih kurang tertibnya administrasi kegiatan penunjang profesi pendidik dalam rangka mendukung proses sertifikasi.
  • Belum adanya aturan tentang sertifikat penghargaan bagi siswa, guru dan karyawan pada setiap kegiatan lomba atau kejuaraan.
  • Pemeliharaan fasilitas madrasah masih belum optimal.
  • Belum adanya tempat penyimpanan dan sistem peminjaman alat inventaris madrasah secara terpusat dan tertib.
  • Belum ada pendataan ulang secara reguler terhadap sarana madrasah.
  • Perlunya pengadaan laboratorium fisika, matematika dan ips.
  • Belum meratanya fasilitas yang ada di kelas.
  • Belum ada sistem dan panduan yang jelas pada sistem penganggaran untuk semua madrasah.
  • Gaji guru GTT dan PTT belum memenuhi standar UMR.
  • Masih perlunya sosialisasi dan evaluasi yang optimal dari peraturan akademik yang ada.
  • Program konsultasi madrasah dengan orang tua/wali peserta didik belum terjadwal setiap tahun.
  • Belum ada program rapat madrasah dengan komite madrasah secara regular dan terjadwal.
  • Akuntabilitas dan kinerja satuan pendidikan belum teridentifikasi setiap tahun.
  • Pelaksanaan keputusan rapat-rapat yang ada belum berjalan dengan baik.
  • Instrumen penjaminan mutu masih belum ada.
  • Sistem pengawasan, pemantauan, supervisi, evaluasi dan pelaporan masih belum optimal.
  • Belum ada buku panduan yang jelas dari masing-masing standar wakil kepala bidang kurikulum, kesiswaan, humas, sarana prasarana, administrasi, litbang dan keuangan.

 

Standar Pembiayaan

Kekuatan :

  • Adanya dana subsidi orang tua/wali siswa baru berupa dana infak.
  • Dukungan komite terhadap biaya penyelenggaraan pendidikan di madrasah sudah cukup optimal.
  • Adanya dana ZIS dari warga madrasah untuk siswa yang tidak mampu.
  • Adanya dana dari madrasah, dan kantin madrasah.

 

Kelemahan :

  • Biaya operasional setiap bulan/tahun belum tersosialisasikan dengan baik.
  • Unit produksi/usaha madrasah belum tergarap secara optimal.

 

Standar Penilaian

Kekuatan :

  • Penilaian dilakukan tidak hanya aspek kognitif saja, tetapi menyangkut juga aspek afektif dan psikomotor.
  • Ujian blok dilakukan setiap 1 semester.
  • Try out mata pelajaran dilakukan baik oleh Madrasah sendiri, bekerjasama dengan Diknas Kabupaten maupun Kemenag Propinsi DIY.
  • Pelaksanaan remidi dan pengayaan telah dilakukan oleh masing-masing guru bidang studi.

Kelemahan :

  • Madrasah belum memiliki sistem dan prosedur penilaian yang baku meliputi teknik, jenis dan bentuk penilaian sesuai dengan standar penilaian pendidik.
  • KKM belum sesuai dengan standar yang ada.
  • Monitoring dan evaluasi dari kepala dan wakil kepala madarah belum optimal.
  • Komite madrasah belum terlibat secara optimal dalam mengontrol pelaksanaan standar penilaian pendidikan.

 

FAKTOR EKSTERNAL

Peluang (Opportunities)

  1. Adanya ruang gerak yang terbuka bagi lembaga pendidikan untuk mengembangkan diri secara maksimal.
  2. Mendapat dukungan penuh dari Kementerian Agama Republik Indonesia.
  3. Apresiasi masyarakat terhadap madrasah masih tetap tinggi.
  4. Lulusan madrasah semakin banyak yang diterima di perguruan tinggi negeri.

 

Ancaman (Threats)

  1. Lingkungan di luar madrasah yang kurang edukatif.
  2. Munculnya sekolah yang unggul, terutama SMK disekitar madrasah.
  3. MAN 2 Wates belum menjadi pilihan utama bagi masyarakat.
  4. Kebijakan publik terhadap madrasah dirasa masih belum optimal.

 

BAB IV. ISU STRATEGIS

 

     Penggalian isu strategis senantiasa dilakukan oleh MAN 2 Wates baik melalui penggalian referensi, kajian pustaka, browsing di internet maupun studi banding ke berbagai madrasah yang dirasa cukup representatif. Studi banding dilakukan dua kali yaitu pada tanggal 15 Agustus 2009 ke MAN Purbalingga dan tanggal 14-15 Mei 2010 ke MAN 3 Malang. Hasil penggalian isu strategis dari berbagai sumber tersebut kemudian MAN 2 Wates melakukan langkah internalisasi melalui kegiatan workshop yang dilaksanakan pada tanggal 29-30 Mei 2010 di Kaliurang. Hasil dari workshop tersebut antara lain membuat analisis SWOT terhadap madrasah.

     Berdasarkan hasil evaluasi diri melalui analisis SWOT yang telah dipaparkan dalam BAB III, yang merupakan kondisi nyata yang dihadapi madrasah saat ini, maka dirumuskanlah beberapa isu strategis. Isu strategis ini dirumuskan berdasarkan prioritas utama yang sesuai dengan tujuan madrasah untuk jangka waktu tertentu, yang menghasilkan 8 isu strategis. Ke delapan isu strategis tersebut yaitu :

  1. Proses pendidikan yang menghasilkan lulusan berkualitas akademik dan non akademik serta berakhlak mulia.
  2. Budaya madrasah mendidik dalam satu visi.
  3. SDM madrasah yang memiliki kepribadian dan kompetensi yang utuh.
  4. Tatakelola madrasah yang berbasis sistem penjaminan mutu.
  5. Lingkungan madrasah yang sehat, kondusif dan harmonis.
  6. Pemenuhan Standar Nasional Pendidikan.
  7. Stakeholder yang mempunyai rasa memiliki terhadap madrasah.
  8. Madrasah menerapkan manajemen yang modern.

 

Isu Strategis

  1. 1.    Proses pendidikan yang menghasilkan lulusan berkualitas akademik dan non akademik serta berakhlak mulia.

Isu ini menjadi isu strategis pertama bagi MAN 2 Wates dikarenakan proses pendidikan merupakan bagian yang paling utama di dalam pendidikan. Sebagai lembaga pendidikan yang diharapkan oleh masyarakat untuk menghasilkan lulusan yang berkualitas baik akademik, maupun non akademik serta berakhlakul karimah maka diperlukan suatu proses pendidikan yang berkualitas, efektif dan efisien.

 

  1. 2.    Budaya madrasah mendidik dalam satu visi.

Proses pendidikan siswa tidak boleh dilakukan secara terpisah tetapi harus dilakukan secara utuh, yaitu antara proses pendidikan yang mengarah ke aspek kognitif, afektif dan psikomotor. Oleh sebab itu diperlukan kesamaan visi diantara semua civitas akademik untuk membentuk budaya madrasah yang kondusif.

 

  1. 3.    SDM madrasah yang memiliki kepribadian dan kompetensi yang utuh.

SDM madrasah perlu mempunyai kompetensi yang sesuai bidangnya, juga mempunyai kemampuan lain yaitu emotional quotient (EQ), spiritual quotient (SQ), dan intelligent quotient (IQ), sehingga dapat mengembangkan sumber daya manusia (SDM) yang utuh sesuai dengan visi yang ada.

 

  1. 4.    Tatakelola madrasah yang berbasis sistem penjaminan mutu.

Sistem penjamin mutu merupakan upaya untuk selalu meningkatkan kualitas madrasah secara menyeluruh sehingga mampu mewujudkan tujuan, dan visi madrasah, melalui pelaksanaan misi yang ada dengan terus menerus melakukan perbaikan yang berkelanjutan.

 

  1. 5.    Lingkungan madrasah yang sehat, kondusif dan harmonis.

Lingkungan madrasah yang sehat, kondusif, dan harmonis sangatlah mendukung keberhasilan proses pembelajaran di madrasah. Madrasah harus menciptakan kondisi lingkungan yang bernuansa islami, sehat dan membudayakan sikap saling perhatian, asah, asih dan asuh terhadap seluruh civitas akademika.

 

  1. Pemenuhan Standar Nasional Pendidikan.

Standar Nasional Pendidikan yang perlu dipenuhi adalah 8 standar yang sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomer 19 tahun 2005. Ke delapan standar tersebut adalah :

  1. Standar isi
  2. Standar proses
  3. Standar kompetensi lulusan
  4. Standar pendidik dan kependidikan
  5. Standar sarana dan prasarana
  6. Standar pengelolaan
  7. Standar pembiayaan
  8. Standar Penilaian Pendidikan

Standar Nasional Pendidikan  ini merupakan kriteria minimal tentang sistem pendidikan, dimana menjadi isu strategis madrasah dalam mengambil kebijakan dan dijadikan sebagai pedoman praktis dalam melaksanakan kegiatan pendidikan di madrasah aliyah negeri 2 Wates.

 

  1. Stakeholder yang mempunyai rasa memiliki terhadap madrasah.

       Madrasah sebagai lembaga pendidikan umum yang bercirikan islam harus mampu berkompetensi dengan sekolah lain yang setingkat, atau mampu menjawab tantangan dan perubahan yang terjadi di lembaga pendidikan. Madrasah harus mampu memenuhi berbagai kebutuhan dan harapan dari stakeholders, agar tetap diakui eksistensinya.

       Hal tersebut tentulah menuntut suatu konsekuensi, dimana madrasah harus terus berbenah dan mengembangkan diri sesuai perubahan yang ada. Untuk menjaga keseimbangan maka stakeholder perlu mempunyai rasa saling memiliki terhadap madrasah.

 

BAB V. STRATEGI PENGEMBANGAN

Terwujudnya lulusan berkualitas akademik dan non akademik serta berakhlak karimah.

Untuk mewujudkan lulusan yang mempunyai keunggulan akademik dan non akademik serta berakhlak karimah, maka MAN 2 Wates menentukan strategi sebagai berikut :

  1. Pengembangan program dan proses pembelajaran akademik dan non akademik serta akhlak karimah melalui kajian pustaka, hasil penelitian serta praktek ibadah.
  2. Penanaman nilai nilai akidah, syariah, dan akhlak dalam setiap kegiatan akademik dan non akademik.
  3. Pengembangan proses pembelajaran yang tidak sekedar mentransfer pengetahuan dan ketrampilan tetapi juga memotivasi dan mengembangkan kualitas kepribadian siswa.
  4. Pengembangan paradigma pendidikan yang lebih menekankan pada proses pembelajaran (process learning oriented).
  5. Pengembangan kegiatan program ketrampilan yang membekali siswa agar mempunyai jiwa wirausaha (enterpreuneurship).
  6. Pengembangan kegiatan ekstrakurikuler yang berbasis pada minat dan bakat siswa, termasuk pengembangan klub bidang studi, karya ilmiah remaja, keagamaan serta aktivitas lain.
  7. Pengembangan praktek pembelajaran bahasa melalui pembiasan percakapan berbahasa Arab, bahasa Inggris, bahasa Indonesia dan Bahasa Jawa.
  8. Peningkatanpenerapan strategi pembelajaran PAIKEM (Praktis, Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan).

 

Terwujud Budaya madrasah mendidik dalam satu visi

Untuk mewujudkan budaya Madrasah mendidik dalam satu visi, MAN 2 Wates menentukan strategi sebagai berikut :

  1. Sosialisasi dan internalisasi Visi Misi Madrasah.
  2. Pengembangan standar tata nilai, pola pikir dan perilaku visioner madrasah.
  3. Pengembangan tata hubungan antar civitas akademika yaitu antar guru, siswa dan karyawan, yang berbasis akhlak karimah.
  4. Pengembangan iklim madrasah yang mendukung pembelajaran multiple intellegence di kalangan civitas akademika.
  5. Pengembangan kebiasaan memanfaatkan fasilitas madrasah untuk kegiatan belajar dan pembelajaran.
  6. Pengembangan fungsi dan peran kepemimpinan yang memandu perwujudan budaya madrasah.

 

Terwujud SDM Madrasah yang memiliki kepribadian dan kompetensi yang utuh

Untuk mewujudkan hal tersebut, MAN 2 Wates menentukan strategi sebagai berikut :

  1. Pengembangan sistem perekrutan SDM Madrasah berdasarkan kompetensi dan profesionalisme (merit based system).
  2. Pengembangan kompetensi utuh (intelektual, emosional, dan spiritual) SDM melalui jalur formal dan non formal.
  3. Peningkatan keteladanan diri segenap civitas akademika madrasah.
  4. Pengembangan sistem pemberian hadiah dan punishment.

 

Terlaksana Tatakelola madrasah yang berbasis sistem penjaminan mutu

Untuk mewujudkan hal tersebut, maka MAN 2 Wates telah menetukan strategi sebagai berikut :

  1. Pengembangan lembaga dan tatakelola sistem penjaminan mutu.
  2. Peningkatan kompetensi tenaga administrasi sarana-prasarana, kepegawaian dan keuangan.
  3. Peningkatan kompetensi manajerial pengelola madrasah.
  4. Akselerasi pemenuhan standar akreditasi madrasah.

 

Tercipta dan terpelihara lingkungan madrasah yang sehat, kondusif dan harmonis

Untuk mewujudkan hal tersebut, maka MAN 2 Wates telah menetukan strategi sebagai berikut :

  1. Pengembangan dan pelaksanaan fungsi UKS secara optimal.
  2. Pengembangan manajemen madrasah yang bersifat partisipatif.
  3. Penerapan sistem komunikasi terbuka antar seluruh civitas akademika.
  4. Peningkatan kualitas dan kuantitas silaturahim antar civitas akademika.
  5. Penerapan sistem hadiah dan hukuman.

 

Tercapainya Standar Nasional Pendidikan

Untuk mewujudkan hal tersebut, maka MAN 2 Wates telah menetukan strategi sebagai berikut :

  1. Untuk pencapaian visi, misi MAN 2 Wates terintegrasi dengan pencapaian sasaran Standar Nasional Pendidikan.
  2. Monitoring dan evaluasi Internal secara berkala dan berkelanjutan merupakan fungsi manajemen madrasah.
  3. Perbaikan secara berkesinambungan untuk pencapaian Standar Nasional Pendidikan.

 

Terbentuk Stakeholder yang mempunyai rasa memiliki terhadap madrasah

Untuk mewujudkan hal tersebut, maka MAN 2 Wates telah menetukan strategi sebagai berikut :

  1. Membangun komunikasi madrasah dengan stakeholder yang intensif agar terwujud kepercayaan, komitmen, dan dukungan masyarakat.
  2. Penguatan fungsi dan peran Komite Madrasah.
  3. Peningkatan peran serta aktif stakeholder dlam pengembangan madrasah.
  4. Pengembangan jaringan kerja dengan stakeholder.

 

PROGRAM JANGKA PANJANG MAN 2 WATES

 

Program jangka panjang MAN 2 Wates adalah program yang dicanangkan oleh Manajemen Madrasah agar MAN 2 Wates mampu bersaing diera global, yaitu terwujudnya madrasah yang berorientasi pada standar internasional. Untuk mewujudkan hal tersebut, Madrasah Aliyah Negeri 2 Wates menentukan strategi sebagai berikut :

  1. Penguasaan Bahasa : terdiri dari bahasa Inggris, bahasa Arab.
  2. Penguasaan ICT (Information and Communication Technology)
  3. Pengembangan kurikulum dengan manajemen ISO yang berstandar internasional.
  4. Menjalin dengan institusi nasional dan internasional.